Sabtu, 07 April 2012

PUISI buatan temen-temen


CINTA
Karya : Denny Ardi S.

CINTA adalah sekuntum bunga indah menawan
yang membuaiku dengan peluk hangat kasih sayang
lembut dekapan naluri pengertian
ungkapan kebaikan dan kejujuran
curahkan keindahan senyum kesetiaan
Cinta bikin orang mabuk kepayang
siang malam selalu terbayang bayang
mengharap bahagia kan datang menjelang
tapi saat cinta bertepuk sebelah tangan
segalanya berubah menjadi kelam

cinta tak butuh janji
tapi butuh bukti yang pasti
hanya cinta sejati yang kan abadi sampai akhirnanti
Saat cinta datang mengetuk pintu hati
membawa sekeranjang perhatian dan setangkai kasih sayng
sambut dengan senyum malu
setelah cinta singgah dihati
dunia terasa indah sekali

Bila cinta harus berakhir dengan kesedihan
jangan pernah menyesal dengan sebuah pertemuan
Berterima kasihlah  kepada Tuhan atas perasaan cinta yang di anugrahkan
mempertemukan perbedaan dalam suatu kisah perjalanan
menyatukan puing puing hati dalam satu kepastian
menghapus kehampaan saat hati dalam kesendirian
memberi makna rangkaian kisah kehidupan

SEBATAS MIMPI
Karya : Denny Ardi S.

Saat pertama Kudekati dirimu
menuruti semua inginmu
dan tiba waktumu tuk beri jawaban
ternyata kau anggap aku hanya teman

bawalah aku kedalam mimpimu
aku tak akan kecewekan kamu
aku tak kan meninggalkanmu
walaupun itu semua
 hanya sebatas mimpi

Jadikan aku kekasih hatimu
aku menginginkan kamu

telah berbagai cara
tuk dapatkan hatimu
tetap saja kau anggap aku hanya teman

setelah aku sadar diri
aku tinggalkan mimpi yang tak kan bertepi








Dahsyatnya Cinta
Karya : Dwi Wulan F.

Cinta........
mampu melunakkan besi
menghancurkan batu
membangkitkan yang mati
dan meniupkan kehidupan padanya
membuat budak menjadi pemimpin
mengubah pahit menjadi manis
debu beralih emas
keruh menjadi bening
penjara menjadi telaga
derita menjadi nikmat dan kemarahan menjadi rahmat
Cinta bukanlah kata murah dan lumrah
Tetapi
Cinta adalah anugerah Tuhan yang indah dan suci










Terima Kasihku

Karya : Dwi Wulan F.


Terima kasihku.....
Untuk semua waktumu yang kau berikan padaku
Untuk kasih sayang yang tlah kau berikan padaku
Entah berapa lama kita membagi rasa
Jangan ada dendam dihati
Meski hatiku tak lagi milikmu
Aku bisa yakinkan
Cintaku tetap milikmu
Sisa hati ini tetap kusimpan
Melewati ribuan malam
Aku bisa bertahan
Cintaku takkan hilang















Untukmu Ibu

Karya : Dwi Wulan F.


Dari 1 bulan hingga 9 bulan 10 hari
Ia seperti orang yang berpuasa
Yang berjuang menegakkan agama Allah
Kesakitan yang dirasakan sewaktu
Jabang bayi akan muncul di dunia
Sepeti orang yang memerdekakan hamba yang beriman
Kesakitan itu tlah terlewati
Tak ada yang tahu seberapa besar
Kebahagiaannya
Untuknya dari setiap hisapan susu
Seperti orang yang memerdekakan sepuluh hamba sahaya












Kisah Jam Tua
Karya : Ichsan S.
Kau terus berdetak..
Hingga warnamu kian usang…
Dan dirimu tak indah lagi dipandang..
                        Kau terus berdetak
Walau suasana sekelilingmu kian berubah..
Namun dirimu tetap sama
Berdetak tiap detik waktu
Dan itulah kau..
Sampai kapan kau akan terus berdetak
Hingga mungkin kan seirama,
dengan detak jantungku
                        Inilah kisah jam tua...
Yang terus berdetak di dinding kusam penuh noda
Dan aku bertanya,
Sampai kapankah kau kan terus berdetak ..






Pengagum Rahasia
Karya : Ichsan S.

Kutulis sebaris kata
Walau sederhana
Untukmu Nona yang mengusik jiwa
Senyummu di musim cerah
Matamu surya memancar ramah
Hadirmu berikan sebuah kisah
Ingin ku selami samudra hatimu
Temukan mutiara tiada tara
Ingin ku teriakkan isi hati ini
Tapi begitu berat terasa
Ku susun serangkai nada
                        Walau sederhana
            Terlantun bagimu Nona yang menyentuh jiwa..
                        Dan lihatlah aku Sang pengagum rahasia





MENGENANGMU
Karya : Juliani M.R.

Di malam gelap tak berbintang
Engkau termangu menunggu siang
Menunggu tibanya yang tersayang
Walaupun kau tahu dia tak pulang
                                      Perlahan air matamu menggenang
                                      Mengenang dia yang kau sayang
                                      Saat –saat indah kau bersamanya
                                      Kini tiada terasa sisanya
Isak tangis dan harapan menggantung
Tak tahu mana yang beruntung
Kala dia bertarung
Mencari tempat bernaung
                                      Tapi apa daya. . .
                                      Nasib telah menjatuhkan kuasa
                                      Atas apa yang tak diketahui manusia
Kini. . . . . . .
Tinggal hari sepi yang menemani
Tanpa si dia dihati


Ibu
Karya : Juliani M.R.

Kala malam masih gelap gulita
Engkau bangun………………..
Bersujud engkau di hadapan sang maha kuasa
Demi anakmu
                        Ibu……………………….
                        Kala sang surya belum menerpa
                        Engkau bangunkanku
                        Dan berkata “Nak sholat”
                        Dengan malas aku terjaga
                        Dengan acuh aku laksana
                        Namun engkau tetap setia
                        Membimbing aku kehapan-NYA
Ibu…………..
Kala surya telah tinggi
Tiada henti engkau mengabdi
Rasa lelahpun tak engkau hiraui
Demi keluarga yang engkai cintai
                        Ibu……………………
                        Kala surya tenggelam
                        Engkau berbaring disebelahku
                        Wajah ayumu tampak letih
                        Bukti besarnya kerja kerasmu
                        Ingin rasanya kukurangi bebanmu
                        Namun apalah daya, aku takkan mampu
                        Aku hanya dapat terpaku bisu  
Menangis aku dipelukmu                                         



















BELENGGU
Karya : Juliani M.R.

Cinta……….
Satu kata membelenggu jiwa
Entah menawarkan rasa bahagia
Ataupun sengsara
Tak ada yang tahu makna sebenarnya
                        Cinta……………..
                        Mungkin inilah rasaku untukmu
                        Rasa yang ku pendam
                        Rasa yang tak mampu untuk ku ungkapkan
                        Aku terlalu egois untuk itu
                        Mungkinkah rasamu sama sepertiku
                        Rasa ini…………..
                        Rasa yang menyesakkan dada
                        Rasa yang membelenggu jiwa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar